Skip to Content
Loading...
Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Joni Irawan, Untuk Perhatian.!! Hubungan Media adalah Hubungan Simbiosis, Bukan Transaksi Sekali Pakai

Joni Irawan, Untuk Perhatian.!!  Hubungan Media adalah Hubungan Simbiosis, Bukan Transaksi Sekali Pakai

Sangat melelahkan ketika kerja keras publikasi dan nilai strategis sebuah media digital dinilai sebelah mata hanya karena formatnya yang dianggap "receh". 

Saya JONI IRAWAN, ingin membuka mata para pengambil keputusan (komisaris, direksi, atau manajer, kepala sekolah, kepala desa, direktur) yang sering meremehkan kekuatan media online.

Bagi banyak komisaris, direksi, atau manajer, kepala sekolah, kepala desa, direktur surat penawaran iklan dari media online sering kali berakhir di tempat sampah digital. Ada arogansi tersirat yang menganggap ruang digital, publikasi berkala, dan media sebagai sesuatu yang "receh" atau tidak esensial. Mereka lupa bahwa reputasi yang dibangun puluhan tahun bisa runtuh dalam hitungan jam justru karena hal yang mereka sebut "receh" tersebut.

Banyak komisaris, direksi, atau manajer, kepala sekolah, kepala desa, direktur, merasa bahwa menyetujui tawaran iklan atau kemitraan media adalah bentuk "bantuan" atau tindakan amal. Ini adalah kekeliruan logika yang fatal.

Media tidak butuh dikasihani, media menawarkan ruang strategis.

Publikasi membangun legitimasi, yang tidak bisa dibeli oleh iklan baliho usang.

Jejaring digital bekerja 24/7 untuk menjaga nama baik Anda di mesin pencari.

Ketika Anda menolak berkolaborasi saat situasi aman, Anda sebenarnya sedang menutup pintu sekoci sebelum badai datang.

Saat "Hal Receh" Membuat Anda Tidak Bisa Tidur, Maaf Bapak dan Ibu Pemimpin Semua. Ketika krisis komunikasi melanda—entah itu boikot konsumen, isu lingkungan, atau skandal internal—ke mana Anda akan berlari?

Saat opini publik liar bergulir di media sosial, saat Anda tidak bisa tidur nyenyak dan nafsu makan Anda hilang karena harga saham anjlok, apa yang bisa Anda lakukan terhadap media online yang dulu Anda abaikan?

Anda tidak bisa mendikte media yang tidak punya utang budi pada Anda.

Anda tidak bisa membeli objektivitas secara instan saat nama Anda sudah terlanjur cacat.

Anda akan membayar jauh lebih mahal untuk agensi krisis komunikasi dibanding nilai kontrak iklan yang dulu Anda sebut "receh".

Hubungan Media adalah Hubungan Simbiosis, Bukan Transaksi Sekali Pakai

Meremehkan media online menunjukkan kedangkalan memahami lanskap informasi modern. Di era digital, algoritma dan rekam jejak digital (digital footprint) adalah segalanya.

Sebuah perusahaan, kantor, dinas, yang bijak tidak akan menunggu badai datang untuk membangun payung.

Menjalin kemitraan dengan media sejak awal bukan tentang menghabiskan anggaran pemasaran, melainkan tentang membangun benteng reputasi. Jangan sampai Anda baru menyadari nilai penting sebuah media ketika surat klarifikasi krisis Anda tidak ada satu pun yang mau menayangkan. Demikian.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?