Skip to Content
Loading...
Joni Irawan
Joni Irawan
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Joni Irawan : Gas Melon Ludes, Kantong Penjual Tebal, Kaki Rakyat Buntung: Siapa Tanggung Jawab?



Gas Melon Ludes, Kantong Penjual Tebal, Kaki Rakyat Buntung: Siapa Tanggung Jawab?


JonPost - Sumbawa, Pemandangan antrean yang berujung saling sikut dan rebutan untuk mendapatkan tabung gas LPG 3 kg subsidi di pangkalan adalah bukti nyata bobroknya sistem distribusi di lapangan.


Tabung hijau yang jelas-jelas bertuliskan "Hanya untuk Masyarakat Miskin" ini beralih fungsi menjadi rebutan yang mempertaruhkan keselamatan fisik demi urusan isi perut.


Jika terjadi insiden—misalnya tabung gas besi seberat total 8 kg jatuh dan menghantam kaki pembeli hingga cedera parah—siapa yang sebenarnya harus bertanggung jawab?Dalam realitas yang pahit, pihak pangkalan atau penjual hampir pasti akan cuci tangan dan menganggapnya sebagai "kecelakaan sendiri" atau kelalaian pembeli.


Pola pikir sebagian besar penjual saat ini sudah sangat bergeser: mereka hanya peduli bagaimana caranya agar stok gas cepat habis, uang masuk, dan keuntungan segera diraih. Bagi penjual, makin cepat gas ludes, makin sedikit beban kerja mereka. Mereka menutup mata terhadap kacaunya antrean, nihilnya sistem nomor urut yang tertib, dan hilangnya rasa kemanusiaan di area pangkalan.


Pembeli dibiarkan bertaruh nyawa dan keselamatan fisik di dalam kerumunan yang tidak manusiawi. Menyerahkan urusan ketertiban hanya pada kesadaran masyarakat yang sedang panik takut kelaparan adalah bentuk kelalaian fatal dari penjual.


Pangkalan yang mendapat izin resmi distribusi seharusnya wajib menyediakan ruang dan sistem antrean yang aman. Jika mereka hanya mau mengeruk keuntungan tanpa mau repot mengalirkan subsidi ini secara aman dan tertib, maka pangkalan tersebut tidak lebih dari sekadar lintah yang memanfaatkan kesusahan rakyat kecil.


Redaksi JonPost


Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?