Skip to Content
Loading...
Joni Irawan
Joni Irawan
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Klaim Bapanas, Stok Beras Nasional Terjaga Hadapi El Niño

Stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tersimpan di gudang Perum Bulog, Kamis 6 Agustus 2026 (Foto: Bapanas)

Klaim Bapanas, Stok Beras Nasional Terjaga Hadapi El Niño


JonPost - KEYAKINAN Badan Pangan Nasional (Bapanas) bahwa stok beras nasional aman menghadapi El Niño tahun ini memiliki dasar yang kuat. Berdasarkan data Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) hingga Agustus 2026 total ketersediaan beras nasional berada pada kisaran 5,17–5,25 juta ton.

Stok tersebut mencakup Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 5,17 juta ton per 21 Agustus 2026 serta total stok Bulog sebesar 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Secara keseluruhan, kondisi ketersediaan beras nasional pada periode tersebut berada dalam kategori aman dan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, mengantisipasi dampak fenomena iklim serta menjamin ketersediaan pangan pada situasi bencana dan keadaan darurat.

Perlu ditegaskan bahwa El Niño bukan musim kemarau, melainkan fenomena iklim global yang memperkuat dampak kemarau ketika keduanya terjadi bersamaan. Karena itu, capaian stok beras Indonesia yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik ini merupakan pijakan penting bagi ketahanan pangan nasional.

Namun stok yang besar tidak otomatis menjamin kondisi aman tanpa pengelolaan yang cermat. El Niño yang telah berada pada kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi sangat kuat, tetap menuntut kewaspadaan.

Indonesia memang tidak lagi harus bergantung pada impor semata, tetapi pemerintah wajib menjaga keseimbangan rantai pasok di seluruh lini, mulai dari produsen hingga konsumen. Terutama karena musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dan lebih panjang pada Agustus hingga September sebagaimana diproyeksikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Risiko kekeringan, berkurangnya ketersediaan air, gangguan produksi pangan, kebakaran hutan dan lahan serta dampak pada sektor energi, kesehatan dan aktivitas ekonomi masyarakat, tidak boleh menjadi alasan terganggunya pemenuhan kebutuhan pangan rakyat. Negara harus memastikan tidak ada warga yang mengalami kelaparan.

Stok beras nasional yang sangat memadai harus mampu menjawab tantangan fenomena iklim termasuk potensi kenaikan harga beras di pasar domestik maupun internasional. Ketersediaan yang melimpah harus diterjemahkan menjadi stabilitas harga yang nyata di lapangan, bukan sekadar angka di atas kertas.

Karena itu, pemerintah perlu memastikan distribusi CBP berjalan efektif melalui berbagai program intervensi. Mulai dari realisasi penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), penyaluran bantuan pangan, hingga dukungan untuk bencana dan keadaan darurat.

Seluruh instrumen ini harus digerakkan secara tepat waktu, tepat sasaran dan terukur dampaknya. source rri.

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?