Skip to Content
Loading...
Dwi Prastyo
Dwi Prastyo
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Kasus Ebola di Kongo Tembus 6.000, 2.911 Meninggal

Illustration of ebola test tube (Photo: AI Generated)

Kasus Ebola di Kongo Tembus 6.000, 2.911 Meninggal

JonPost — Otoritas Kongo melaporkan jumlah kasus Ebola telah melampaui 6.000 kasus dan menyebabkan 2.911 orang meninggal dunia. Lebih dari 1.360 pasien dilaporkan telah pulih dari infeksi virus Ebola, dilansir dari ABC News, Rabu, 2 September 2026.

Dilansir dari rri, Penyebaran virus berlangsung dalam kondisi yang sangat sulit dan diperburuk oleh berbagai persoalan di lapangan. Ketidakamanan menjadi salah satu faktor yang memperburuk penyebaran wabah.

Perpindahan penduduk dan tingginya mobilitas masyarakat juga turut mempercepat penyebaran virus. Aksi mogok tenaga kesehatan turut menghambat upaya penanganan wabah.

Situasi paling mengkhawatirkan terjadi di lokasi-lokasi pengungsian karena para pengungsi telah hidup dalam kondisi yang sangat rentan. Pekan lalu, virus Ebola dilaporkan menyebar ke dua zona kesehatan baru, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah tersebut belum terkendali.

WHO memperingatkan wabah ini berpotensi melampaui wabah Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016. Wabah tersebut menjadi yang paling mematikan dalam catatan sejarah dengan menewaskan lebih dari 11.000 orang.

Jenazah korban Ebola dapat sangat menular dan berpotensi menyebabkan penyebaran virus lebih lanjut. Risiko tersebut meningkat ketika masyarakat mempersiapkan jenazah untuk dimakamkan dan berkumpul dalam upacara pemakaman.

Sebagai respons, otoritas Kongo mewajibkan pemakaman korban yang diduga terinfeksi dikelola oleh pihak berwenang jika memungkinkan. Namun, kebijakan tersebut terkadang mendapat penolakan dari keluarga dan teman korban.

Wabah saat ini disebabkan oleh virus Bundibugyo yang merupakan jenis Ebola langka yang belum memiliki vaksin atau pengobatan yang disetujui. Kongo mulai memberikan vaksin Ervebo kepada tenaga kesehatan dan pekerja garis depan lainnya.

Vaksin tersebut sebelumnya efektif digunakan dalam wabah Ebola yang disebabkan oleh jenis virus Zaire. Sementara itu, uji klinis sedang dilakukan untuk mengembangkan vaksin khusus bagi virus Bundibugyo.

Para pejabat meyakini wabah yang baru dinyatakan pada pertengahan Mei tersebut sebenarnya telah menyebar sejak Februari. Wabah telah meluas dari tiga zona kesehatan menjadi hampir 60 zona.

Berbagai upaya pengendalian telah dilakukan, termasuk pembatasan kegiatan masyarakat, penerapan jaga jarak, dan penutupan bandara. Langkah tersebut turut mengganggu kehidupan masyarakat di enam provinsi, terutama di Ituri yang juga dilanda kekerasan kelompok pemberontak.

Pemerintah Kongo telah memasang sejumlah peralatan kesehatan dan sanitasi di beberapa lokasi. Namun, kelompok advokasi menilai masih diperlukan upaya lebih besar untuk membangun kepercayaan masyarakat.

 

Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?