- Diposting oleh : Joni Irawan
- pada tanggal : September 03, 2026

Ilustrasi vasektomi untuk kepuasan berhubungan seks. (Elements Envato)
Manfaat Ganas Vasektomi Buat Pasutri, Bikin Makin Sering Berhubungan Seks!
Pasangan suami istri (pasutri) yang sepakat lakukan vasektomi bisa jadi punya hubungan rumah tangga yang lebih tenang dan harmonis. Hal itu karena suami dan istri tidak lagi perlu was-was terhadap risiko kehamilan tak diinginkan saat berhubungan seks.
Dilansir dari, Diketahui kalau vasektomi merupakan salah satu upaya program
keluarga berencana atau KB berupa tindakan medis untuk mengikat saluran sperma
agar tidak bercampur dengan air mani saat pria ejakulasi. Sehingga, tindakan
tersebut tidak akan mempengaruhi gairah libido suami untuk berhubungan badan
dengan istri.
"Iya (vasektomi bermanfaat secara psikis) bahkan
frekuensi berhubungannya bisa alami peningkatan karena dari istrinya gak ada
ketakutan akan hamil lagi," kata Psikologi Anak dan Keluarga Dra.
Mira Amir dihubungi suara.com.
Obrolan mengenai upaya KB tersebut bahkan sebaiknya telah
dibicarakan sejak awal pernikahan, termasuk ketika merencanakan punya anak
dengan jumlah tertentu. Meski bukan faktor-faktor satunya dalam menentukan
keharmonisan rumah tangga, tapi menurut Mira, suami yang turut aktif lakukan KB
dengan vasektomi lebih mungkin punya hubungan lebih baik dengan istrinya.
"Biar gak main salah-salahan. Tapi biasanya itu bukan
penyebab tunggal. Ketidakharmonisan rumah tangga bisa banyak faktor, hanya itu
bisa jadi pemicu," ujar Mira.
Bila terjadi penolakan di awal oleh pria untuk lakukan
vasektomi, dinilai Mira sebenarnya termasuk halbyang wajar. Sebab, kaum Adam
itu lebih sensitif dalam hal reproduksi dibandingkan perempuan. Oleh sebab itu,
Mira menyarankan agar suami lebih dulu diberikan edukasi mengenai tindakan
vasektomi dan manfaatnya.
Tenaga kesehatan, mulai dari di tingkat puskesmas harua bisa
menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pemahaman tersebut. Sementara istri
juga bisa jadi memiliki tugas lebih banyak bila suaminya dari latar belakang
keluarga besar yang agak kolot.
Tenaga kesehatan, mulai dari di tingkat puskesmas harua bisa
menjadi ujung tombak dalam menyampaikan pemahaman tersebut. Sementara istri
juga bisa jadi memiliki tugas lebih banyak bila suaminya dari latar belakang
keluarga besar yang agak kolot.
"Basanya kalau pada anak-anak pendidikan bagus dan
bersikap open minded, bisa duduk bareng dan browsing dan cari tahu dengan
detail apa yang terjadi jika pria di vasektomi. Kemudian tambah lagi datang ke
nakes agar lebih detail. Jadi secara kognitif harus diyakinkan. Tapi kalau pria
datang dari keluarga yang kolot agak repot, keluarga akan mendebat, buat apa
KB, banyak anak banyak rejeki," tuturnya.
"Jadi tenaga kesehatan dalam beri edukasi harus
memahami pendekatan budaya kalau perlu agama. Saya gak tahu apakah masih ada
keraguan ini halal atau engga, memang repot," pungkas Mira.