- Diposting oleh : Joni Irawan
- pada tanggal : September 03, 2026
Sumbawa Barat Raih Juara Nasional Video Kreatif dan Stand Terinteraktif di Ajang APKASI Otonomi Expo 2026
Sumbawa Barat, 2 SEPTEMBER 2026 – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam ajang APKASI Otonomi Expo (AOE) 2026 yang diselenggarakan di Tangerang, Banten, pada tanggal 26–29 Agustus 2026, Kabupaten Sumbawa Barat berhasil memborong dua penghargaan sekaligus, yakni Juara Nasional Video Kreatif tingkat nasional dengan judul "Wastra Sumbawa Barat", serta penghargaan sebagai Stand Pameran Paling Interaktif.
Pameran yang berlangsung selama empat hari ini dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) yang juga turut mengunjungi stand Kabupaten Sumbawa Barat bersama jajaran.Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, Dedy Damhudy M.K., S.P., M.Si., saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 2 September 2026, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian tersebut.
Dalam pameran ini, KSB bersama Kabupaten Lombok Utara (KLU) hadir mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari total 113 stand yang berpartisipasi. Kehadiran KSB didukung oleh sinergi berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora), Dinas Koperindag, Dinas Perikanan, Bappeda, dan Dinas Kominfo.
Ajang bergengsi ini dimanfaatkan KSB untuk menunjukkan berbagai potensi daerah, termasuk praktik menenun kain tradisional khas Sumbawa Barat yang diperagakan langsung. Salah satu momen menarik terjadi pada sesi fashion show yang diinisiasi oleh Disparpora dan Dinas Kominfo. Pada sesi tersebut, tim juri melayangkan pujian tinggi terhadap pakaian karya kreasi desainer KSB. Di sesi akhir lomba, Ketua APKASI sekaligus Bupati Lahat Provinsi Sumatera Selatan, Bapak Bursah Zarnubi, menunjukkan ketertarikan khusus pada pakaian kreasi yang diperagakan oleh peragawan tersebut.
Selain sektor budaya dan fesyen, perwakilan KSB juga aktif mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) seni dan pengembangan komoditas unggulan daerah. Kepala Dinas Perikanan turut mengambil bagian dalam penjajakan kerja sama antar-daerah terkait pengembangan komoditas kemiri di KSB, yang digadang-gadang memiliki potensi besar sebagai energi terbarukan di masa depan.
Pengunjung stand juga disuguhkan dengan pemanfaatan sistem teknologi informasi modern yang memuat profil lengkap daerah, mulai dari sektor pariwisata hingga potensi investasi.Dedy Damhudy M.K., S.P., M.Si. menjelaskan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini memberikan banyak manfaat strategis bagi Sumbawa Barat, di antaranya terbukanya jaringan (channel) kerja sama baru dengan daerah lain, bertambahnya wawasan terkait kekayaan budaya daerah lain di Indonesia, serta pemahaman terhadap sistem teknologi pelayanan publik.
"Harapan kami ke depannya, berbagai rencana dan penjajakan kerja sama yang telah dibahas tidak hanya berhenti sebatas wacana, tetapi dapat ditindaklanjuti secara nyata melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antardaerah," pungkas Dedy Damhudy M.K., S.P., M.Si., menyelaraskan dengan pesan yang disampaikan oleh Wamen.
Penulis Wartawan Joni Irawan.
