
Bangunan rumah yang rusak akibat guncangan gempa bumi di Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, 9 April 2026. Antara/Mega Tokan
BNPB: Korban Tewas Gempa NTT 111 Orang, 188 Ribu Mengungsi
Masih ada sekitar 188.161 jiwa mengungsi.
JonPost - PLT Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal akibat bencana gempa di Nusa Tenggara Timur mencapai 111 jiwa per Ahad, 30 Agustus 2026.
"Tidak ada penambahan korban dibandingkan data
sebelumnya," kata dia dalam konferensi pers di Youtube BNPB. Sementara
itu, jumlah korban luka-luka mencapai 1.631 orang. Sebanyak 223 orang mengalami
luka berat dan sisanya mengalami luka ringan.
Berton mengatakan ada sekitar 188.161 jiwa mengungsi. Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 4.142 orang dibandingkan data sebelumnya. Pengungsi paling besar terkonsentrasi di Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Manggarai. "Masing-masing sebesar 50.000 jiwa," kata dia.
Berton mengatakan ada sekitar 95.567 unit rumah mengalami
rusak di 7 kabupaten terdampak. Data sementara, sebanyak 27.414 unit rumah
rusak berat, 21.992 unit rumah rusak sedang, dan 46.161 unit rusak ringan.
Namun Berton mengatakan kerusakan itu masih akan
diverifikasi ulang. "Apakah nanti ini benar-benar rusak ringan, rusak
sedang, ataupun rusak berat," kata dia.
Sejak gempa utama melanda NTT, Sabtu, 15 Agustus 2026, ada
sekitar 9.756 gempa susulan. Gempa susulan terbesar magnitudo 6,2 dan paling
kecil magnitudo 1,0. Pola gempa susulan menunjukan penurunan sampai hari ini.
Namun, dia berkata gempa susulan akan terus terjadi hingga 3 sampai 4 minggu
sejak gempa utama melanda NTT.
sumber artikel