Mensos: 44 ribu anak jadi siswa Sekolah Rakyat
| (screenshot) Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat menghadiri kegiatan pelatihan wali asuh dan wali asrama sekolah rakyat di Padang, Rabu (7/10). (ANTARA/FathulAbdi) |
JonPost - Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia mengatakan Sekolah Rakyat yang sengaja dihadirkan pemerintah bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu kini telah memiliki murid 44 ribu.
"Per hari ini jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh wilayah Indonesia sebanyak empat puluh empat ribu orang," kata Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf di Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Wali Asuh dan Wali Asrama di Balai Besar Pendidian dan pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) pada 7 Oktober 2026.
Ia menyebut ribuan anak tersebut berstatus sebagai siswa di 182 Sekolah Rakyat yang ada baik itu tingkat SD, SMP, dan SMA.
Menurut dia, pemerintah bertekad terus meningkatkan kualitas, mutu, serta fasilitas kepada peserta didik supaya anak-anak tersebut bisa menyongsong masa depan yang lebih cerah lewat jalan pendidikan
Ia mengemukakan umumnya para siswa itu adalah anak-anak di usai sekolah yang putus sekolah, belum pernah sekolah, dan berpotensi untuk putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Sekolah Rakyat hadir sebagai harapan baru bagi anak-anak tersebut agar mereka bisa memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa harus memikirkan biaya, sesuai harapan Presiden yaitu "Memutus mata rantai kemiskinan lewat pendidikan".
Seluruh kebutuhan pendidikan siswa ditanggung oleh negara secara gratis, mulai dari biaya pendidikan, pakaian, seragam, buku, alat tulis, hingga sistem asrama.
Ia menegaskan ke depannya Presiden memproyeksikan Sekolah Rakyat bisa bertransformasi seluruhnya dari gedung sementara menjadi gedung permanen.
Karena pada saat ini belum semua Sekolah Rakyat yang memiliki gedung permanen, salah satu kendala adalah penyediaan lahan untuk pembangunan.
"Namun dalam jangka pendek Presiden menargetkan satu Sekolah Rakyat pada setiap kabupaten atau kota bisa memiliki gedung permanen, konsolidasi terus kami lakukan bersama pemerintah daerah," katanya.
Gedung permanen itu ditargetkan bisa menampung kapasitas lebih dari 2.000 orang mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. sumber artikel antara