Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemerintah Kerahkan Tujuh Kapal, Cadangan BBM Bali Diperkuat hingga 15 Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T03:25:28Z
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) (tengah/kemeja biru) setelah memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin, 19 Oktober 2026 (Foto: dokumentasi Kementerian ESDM)


JonPost -  Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) di Bali dari 11 hari menjadi 15 hari. Kebijakan tersebut ditempuh untuk mempercepat pemulihan pasokan sekaligus memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah kendala distribusi.

 

Keputusan itu disampaikan Bahlil setelah memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin, 19 Oktober 2026. Rapat tersebut dihadiri Gubernur Bali, Kapolda Bali, Kasdam IX/Udayana, Direktur Utama Pertamina, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, serta Kepala BPH Migas.

 

Bahlil menjelaskan, penambahan cadangan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. Ia sekaligus menegaskan pemerintah tidak memangkas kuota BBM untuk Bali, melainkan meningkatkan ketahanan pasokan guna mendukung kebutuhan masyarakat.

 

"Saya malah hari ini baru memerintahkan, memutuskan lewat Dirjen Migas dan BPH Migas, untuk menaikkan kuota. Yang tadinya 11 hari, saya naikin menjadi 15 hari, jadi bukan mengurangi, menambah," ujarnya setelah memimpin rapat koordinasi di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin, 19 Oktober 2026.

 

Bahlil mengungkapkan, keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa sebelumnya menyebabkan cadangan di Bali menurun hingga sekitar tiga sampai empat hari. Kondisi tersebut kini membaik, dengan rata-rata ketahanan cadangan kembali berada pada kisaran 11 hingga 12 hari.

 

"Jadi alhamdulillah, puji Tuhan. Untuk di sini (Provinsi Bali) sudah bisa teratasi," katanya.

 

Untuk memperkuat pasokan, sejumlah kapal pengangkut BBM dijadwalkan kembali tiba di Fuel Terminal Sanggaran dan Terminal Manggis. Pengiriman tersebut menjadi bagian dari langkah Pertamina Patra Niaga menjaga ketersediaan bahan bakar sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat Bali berjalan lancar. Pertamina Patra Niaga saat ini menyalurkan sekitar tiga juta liter BBM setiap hari ke Bali, melampaui konsumsi normal Pertalite yang mencapai 2,2 juta liter. Selain itu, sebanyak 66 SPBU di Denpasar dan Badung beroperasi selama 24 jam, dengan dukungan tambahan 16 mobil tangki dan 100 personel TNI.

 

Pemerintah Provinsi Bali juga menerapkan skema pembelian BBM berdasarkan pelat nomor ganjil dan genap sejak Sabtu, 17 Oktober 2026. Gubernur Bali menyebut kebijakan tersebut efektif mengurai antrean sehingga penerapannya diperpanjang hingga Jumat, 23 Oktober 2026.

 

Bahlil menegaskan, ketahanan cadangan selama 15 hari tidak berarti persediaan BBM akan habis setelah melewati periode tersebut. Ia menjelaskan, perhitungan cadangan mengikuti pergerakan pasokan yang terus diperbarui melalui pengiriman secara berkelanjutan.

 

"Bukan berarti 15 hari itu habis. Nggak, dia bergulir terus, datang terus," ujarnya.

 

Antrean BBM di Bali terjadi sejak pekan sebelumnya akibat kendala bongkar muat kapal tanker, gelombang tinggi, serta peningkatan pembelian masyarakat. Pemerintah turut mengevaluasi distribusi di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, terutama di wilayah yang mengalami pendangkalan sungai sehingga pengiriman harus dialihkan melalui jalur darat.

 

Secara nasional, ketahanan cadangan Pertalite berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan jenis BBM lainnya tersedia untuk kebutuhan lebih dari 20 hari. Bahlil menyatakan pemerintah kini memprioritaskan kelancaran distribusi agar pasokan dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan.

 

Direktur Utama Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas gangguan pelayanan BBM dan berkomitmen mencegah kejadian serupa terulang. Pemerintah, Pertamina, dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengevaluasi distribusi setiap hari untuk memulihkan pelayanan serta menjaga kelancaran aktivitas warga dan pariwisata. Sumber artikel : RRI, Bali

 

 

×
Berita Terbaru Update