Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, RSUD Sumbawa Tekankan Pentingnya Hapus Stigma Melalui Mendengarkan "Suara Nyata" Pasien

Selasa, 13 Oktober 2026 | Oktober 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-14T01:01:11Z


Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, RSUD Sumbawa Tekankan Pentingnya Hapus Stigma Melalui Mendengarkan "Suara Nyata" Pasien

JONPOST-SUMBAWA, 13 OKTOBER 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa bekerja sama dengan PT Sunthi Sepuri menggelar kegiatan Round Table Discussion (RTD) yang berlangsung meriah di Aula Ruang Jiwa Sering, Selasa (13/10). Acara ini mengusung tema global yang menyentuh esensi terdalam kehidupan manusia: "Pengalaman Nyata Didengar: Suara Nyata, Perubahan Nyata."
Melalui momentum ini, RSUD Sumbawa menyerukan gerakan bersama untuk menyatukan hati dan pikiran demi meruntuhkan tembok stigma dan keraguan yang selama bertahun-tahun membungkus isu kesehatan jiwa. Isu ini kerap membuat para penderita—termasuk orang-orang tercinta—harus berjuang dalam keheningan dan menyembunyikan rasa sakit di balik senyuman karena takut dianggap lemah atau dihakimi oleh lingkungan.
Direktur RSUD Sumbawa, dr. Mega Harta, MPH, menegaskan bahwa kesehatan jiwa adalah aspek fundamental yang tidak kasat mata namun krusial, dan kondisinya jauh lebih luas daripada sekadar label "kegilaan" yang sering disematkan masyarakat.
"Stigma gangguan jiwa masih melekat kuat. Banyak pasien dan keluarga yang enggan mencari pengobatan karena persoalan ini, sehingga penderita mengalami penderitaan dalam kesendirian. Kita harus mengubah pandangan ini agar mereka tidak lagi berjuang sendirian," ujar dr. Mega Harta.
Beliau juga berpesan khusus kepada para Penanggung Jawab (PJ) Jiwa Puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan, “Kami harapkan teman-teman dari Puskesmas dapat meyakinkan masyarakat agar tidak ragu membawa keluarga yang mengalami gangguan kejiwaan untuk berobat ke Ruang Jiwa RSUD Sumbawa.”
Sebagai bentuk komitmen nyata dalam menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih manusiawi, inklusif, dan berkelanjutan, RSUD Sumbawa saat ini telah menyediakan ruang perawatan jiwa berkapasitas 24 tempat tidur. Ke depan, manajemen berkomitmen meningkatkan sarana prasarana serta mengupayakan pengembangan layanan rehabilitasi narkoba atas dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana, H. Kusmanto, S.Kep.Ns., M.M.Inov, menjelaskan bahwa keberanian pasien untuk bersuara dan membagikan pengalaman nyatanya bukanlah sebuah kelemahan, melainkan sebuah aksi kepedulian yang luar biasa agar tidak ada orang lain yang merasa sendirian dalam perjuangan yang sama.
"Pelayanan kesehatan jiwa tidak boleh hanya berorientasi pada penanganan medis, tetapi pada keberanian mendengarkan pengalaman nyata pasien dan keluarganya. Melalui diskusi ini, kita membangun integritas dan kompetensi yang selaras antara penanganan gawat darurat fisik dan psikis, sekaligus memperkuat jejaring layanan jiwa dari hulu ke hilir—dari Puskesmas hingga Rumah Sakit," jelas H. Kusmanto.
Untuk mewujudkan perubahan nyata tersebut, RSUD Sumbawa merumuskan tiga pilar tindakan nyata yang harus diimplementasikan secara kolaboratif di berbagai tingkatan:
  • Di Lingkungan Keluarga dan Pertemanan: Membangun empati untuk menjadi pendengar yang lebih baik serta lebih peka terhadap perubahan perilaku orang-orang di sekitar kita.
  • Di Tempat Kerja dan Sekolah: Menciptakan budaya lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental, di mana mengambil waktu beristirahat dan mencari bantuan profesional dianggap sebagai hal yang wajar.
  • Di Tingkat Masyarakat dan Kebijakan: Mendorong ketersediaan layanan kesehatan jiwa yang terjangkau, inklusif, dan berkualitas untuk semua lapisan masyarakat demi memastikan bahwa jiwa yang sehat adalah hak setiap orang.
Acara strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan penting di Kabupaten Sumbawa, antara lain Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa H. Sarip Hidayat, SKM, Kepala Dinas Sosial Drs. Iwan Sofyan, jajaran pejabat RSUD Sumbawa, serta seluruh PJ Jiwa Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa. Melalui sinergi lintas sektor ini, RSUD Sumbawa optimis dapat membangun ekosistem masyarakat yang lebih terbuka, menerima, dan protektif terhadap pemulihan martabat penderita gangguan jiwa.
Penulis Wartawan JonPost - Joni Irawan
×
Berita Terbaru Update