JonPost ( Sumber Antara) - PT Pertamina Patra Niaga mencatat sebanyak 966 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah menyediakan layanan penjualan LPG 3 kilogram (kg) hingga Oktober 2026 untuk memperluas akses energi bagi masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Penyaluran LPG 3 kg melalui koperasi tersebut didukung 285 agen pemasok, sedangkan sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan melalui jaringan KDKMP di berbagai wilayah Indonesia.
"Sekitar 33.347 tabung LPG telah didistribusikan
melalui jaringan KDKMP, dan kami berharap jaringan ini dapat terus berkembang
untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat," kata Direktur Transformasi,
Digitalisasi, dan Sustainability Pertamina Patra Niaga Tenny Elfrida dalam
keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Jumlah KDKMP yang menyediakan layanan LPG 3 kg tersebut
bertambah delapan dibandingkan akhir September 2026, ketika Pertamina Patra
Niaga melaporkan penyaluran LPG telah menjangkau 958 koperasi.
Tenny menjelaskan dukungan Pertamina terhadap KDKMP dilakukan
melalui penyediaan produk LPG Bright Gas maupun LPG 3 kg sebagai bagian dari
penguatan jaringan distribusi energi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, keterlibatan koperasi dalam penjualan LPG
diharapkan dapat mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan energi
sekaligus mendukung pengembangan kegiatan ekonomi lokal.
Sementara itu, Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha
Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf meninjau KDKMP Meruya Selatan, Jakarta
Barat, Kamis (15/10), untuk melihat langsung pengelolaan koperasi dalam
memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Aminuddin mengapresiasi
pengelolaan koperasi yang menggabungkan penjualan kebutuhan pokok, penyediaan
LPG, serta pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Koperasi Kelurahan Meruya Selatan ini selain menjual
kebutuhan sehari-hari, juga membuka ruang untuk memasarkan produk-produk UMKM
di sekitar. Harganya relatif lebih murah dibandingkan toko-toko lain,"
ujar Aminuddin.
Peninjauan juga dilakukan di sejumlah KDKMP lainnya di
wilayah Jakarta dan Banten, antara lain Cakung Timur, Cipedak, Bintaro, Pondok
Aren, serta Meruya Timur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Tenny Elfrida bersama
Direktur Penunjang Bisnis Pertamina Patra Niaga Putut Andriatno untuk melihat
dukungan distribusi energi melalui jaringan koperasi.
Pertamina menyatakan kehadiran LPG di KDKMP diharapkan dapat
memperkuat fungsi koperasi sebagai pusat pelayanan kebutuhan masyarakat
sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
Manfaat layanan tersebut dirasakan Suwanto, warga yang
membeli LPG 3 kg di KDKMP Bintaro. Ia mengaku lebih mudah memperoleh LPG karena
lokasi penjualan berada dekat dengan tempat tinggalnya.
"Alhamdulillah, adanya LPG ini sangat membantu warga.
Lokasinya juga dekat, sekitar 100 meter dari tempat tinggal kami. Semoga
program ini semakin maju dan berjalan lancar," ungkap Suwanto.
Selain mendekatkan akses energi, KDKMP diharapkan dapat
membantu memperluas pemasaran produk UMKM dan memperkuat aktivitas perdagangan
di lingkungan masyarakat.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan
menyampaikan sebanyak 10.070 KDKMP telah beroperasi secara nasional pada 15
Oktober 2026.
Pemerintah melakukan pemantauan selama delapan hari untuk
memastikan kesiapan fasilitas, ketersediaan barang, dan kelancaran operasional
koperasi.
Pemantauan tersebut mencakup sembilan provinsi dengan perhatian pada ketersediaan barang kebutuhan masyarakat
termasuk LPG 3 kg, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), MinyaKita, serta pupuk bersubsidi.
Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan per
14 Oktober 2026, sebanyak 83.363 KDKMP telah berbadan hukum, 79.733 memiliki
akun Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes), dan 60.854 telah
memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Melalui kerja sama pemerintah, BUMN, dan koperasi, penguatan distribusi kebutuhan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pelayanan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

