| Arsip-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjawab pertanyaan awak media di Jakarta, Jumat (18/9/2026). ANTARA/Harianto |
Golkar ungkap Nusron sudah mundur lama dari kepengurusan Golkar
JonPost - Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M Sarmuji mengungkapkan bahwa Nusron Wahid sudah mengundurkan diri dari kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
BACA JUGA : Sukses dan Kondusif, Pilkades Serentak 20 Desa di Kabupaten Sumbawa Berjalan Lancar
"Sudah lama. Seingat saya lebih dari enam bulan
lalu," kata Sarmuji saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Sabtu.
Adapun Nusron sebelumnya tercatat sebagai Ketua Bidang
Keagamaan dan Kerohanian DPP Partai Golkar. Dengan pengunduran diri tersebut,
Sarmuji mengungkapkan bahwa Nusron kini tetap menjadi anggota atau kader biasa
di Partai Golkar.
BACA JUGA : Serikat Jurnalis Palestina kecam penahanan 39 wartawan oleh Israel
Dia mengatakan bahwa Nusron mengajukan pengunduran diri
langsung ke Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia. Namun, dia tidak
mengetahui alasan persis pria yang kini menjabat sebagai Menteri Agraria dan
Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) itu mengundurkan diri.
"Mungkin ingin fokus ke hal lain," kata dia.
Dalam struktur pengurus DPP Partai Golkar periode 2024–2029
yang dipimpin Bahlil Lahadalia, Nusron tercatat sebagai Ketua Bidang Keagamaan
dan Kerohanian yang masuk ke dalam bagian Fungsi Elektoral 1.
Nama Nusron pun akhir-akhir ini mencuat usai KPK melakukan
operasi tangkap tangan di lingkungan Kementerian ATR/BPN terkait dugaan suap
terkait Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
Nusron Wahid pun menegaskan dirinya tidak mengetahui duduk
perkara kasus tersebut. Kementerian ATR/BPN pun membantah isu terkait Nusron
mundur dari jabatan menteri. sumber artikel: antara