Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

KSB Raih Penghargaan Kesehatan Nasional, Kadinkes dr. Carlof: Komitmen Nyata Layanan Prima untuk Masyarakat

Selasa, 29 September 2026 | September 29, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-29T05:57:48Z

KSB Raih Penghargaan Kesehatan Nasional, Kadinkes dr. Carlof: Komitmen Nyata Layanan Prima untuk Masyarakat

JonPost – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kembali mengukuhkan posisinya di panggung nasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku & Nusa Tenggara. Penghargaan yang diserahkan langsung di Jakarta pada Kamis (17/9/2026) malam ini diterima oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj. Hanipah, S.Pt., M.M.Inov.

BACA JUGA : Kawal Investasi Blok Elang, Bupati Sumbawa Tegaskan Rakyat Harus Sejahtera dan Terlibat Aktif

Dalam ajang tahunan yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut, KSB sukses meraih predikat Terbaik 2 Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dengan dana insentif fiskal sebesar Rp1,5 Miliar. Selain itu, bidang pendidikan KSB juga menorehkan prestasi sebagai Terbaik 3 Kategori Akses Pendidikan dan Layanan Pendidikan dengan insentif Rp1 Miliar.

Merespons prestasi gemilang ini, Kepala Dinas Kesehatan KSB, dr. Carlof, M.MRS., MQM, menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangganya atas pencapaian daerah. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan buah dari kerja keras kolektif jajaran pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA : Peringati 66 Tahun UUPA, Kantah ATR/BPN Sumbawa Gela

BACA JUGA : Pelayanan RSUD Sumbawa Kurang Memuaskan? Laporkan

"Selamat dan sukses kepada Pemerintah Daerah serta seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat. Penghargaan Terbaik 2 Nasional di bidang kesehatan ini menjadi validasi atas komitmen kuat KSB dalam memperluas jaminan kesehatan dan meningkatkan mutu fasilitas layanan. Ini adalah hasil nyata dari keberhasilan keberlanjutan program Kartu Sumbawa Barat Maju (KSB Maju), khususnya di sektor kesehatan dasar," ujar dr. Carlof dalam keterangannya.

Penilaian dalam kategori kesehatan ini diukur dari berbagai indikator krusial, mulai dari kemudahan akses faskes, tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penyediaan sanitasi yang layak, hingga inovasi pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala bagi warga.

dr. Carlof berharap apresiasi berskala nasional ini tidak membuat jajaran dinas kesehatan berpuas diri, melainkan menjadi pemantik semangat untuk terus menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tanggap, dan merata hingga ke pelosok desa.

Penulis Wartawan JonPost - Joni Irawan





×
Berita Terbaru Update