Perdana Jadi Tuan Rumah MTQH, Kades Tengah Utan Kirim Kafilah Terbaik dan Tim Selawat ke Tingkat Kabupaten
SUMBAWA, 28 September 2026 – Desa Tengah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa menorehkan sejarah baru dengan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seleksi Musabaqh Tilawatil Qur'an dan Hadits (MTQH) tingkat Kecamatan Utan tahun 2026. Ajang religius perdana di Desa Tengah ini diikuti oleh total 134 peserta dari sembilan desa se-Kecamatan Utan.
Sebagai tuan rumah, Desa Tengah menerjunkan 11 orang kafilah terbaik hasil penjaringan dari 3 dusun, serta mengirimkan satu tim selawat untuk menyemarakkan syiar Islam.
Perhelatan MTQH 2026 ini dipusatkan di RT 04 / RW 01, Dusun Tengah 3, dengan jadwal perlombaan yang padat meliputi sesi pagi, siang, dan malam hari. Adapun kategori usia yang diperlombakan meliputi Tartil Anak-anak, Tilawah Anak-anak, Tilawah Remaja, hingga Tilawah Dewasa.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kepala Desa Tengah, Zainal Mutaqin, S.P., menyampaikan rasa optimis dan bangganya.
"Target utama kami adalah mengirimkan perwakilan yang terbaik ke tingkat selanjutnya. Kami melihat optimisme yang luar biasa, khususnya dari para peserta asal Dusun Jorok yang menargetkan kemenangan penuh agar bisa melaju mewakili Kabupaten Sumbawa.
Tahun 2025 lalu, kami berhasil masuk peringkat sembilan se-Kabupaten Sumbawa, dan tahun ini kami optimis prestasi itu bisa ditingkatkan. Selain kafilah lomba, kami juga mengirimkan satu tim selawat terbaik desa," ujar Zainal Mutaqin.
BACA JUGA : Bawa Pasukan dari 7 Dusun, Desa Jorok Bidik Tiket Emas Menuju MTQH Kabupaten Sumbawa
Lebih lanjut, dalam sambutannya di acara pembukaan, Zainal melaporkan bahwa seluruh persiapan dan operasional kegiatan tetap dapat berjalan sukses dan lancar meskipun di tengah situasi efisiensi anggaran yang ketat. Kesuksesan ini terwujud berkat kolaborasi erat, di mana seluruh hadiah bagi pemenang disiapkan langsung oleh pihak Pemerintah Kecamatan Utan, begitu pula dengan dukungan biaya operasional kegiatan.
Panitia lokal juga berhasil menyulap lahan telantar yang selama ini tidak bermanfaat menjadi area perlombaan yang bersih dan representatif. Momentum emas ini pun dimanfaatkan oleh Kepala Desa Tengah untuk menyuarakan aspirasi mendasar masyarakatnya terkait ketiadaan fasilitas olahraga.
"Berkat kerja keras bersama, tanah yang tadinya tidak bermanfaat akhirnya bisa kami bersihkan dan digunakan untuk lokasi lomba. Melalui momen ini, kami juga ingin menyampaikan bahwa selama ini Desa Tengah belum memiliki lapangan sendiri. Kami sangat berharap ke depan ada pengadaan lapangan publik yang memadai untuk warga kami," tambahnya.
Kades juga memuji kualitas persaingan tahun ini yang dinilainya sangat kompetitif.
Seluruh rangkaian perlombaan ini dijadwalkan akan memasuki babak final dan resmi ditutup pada besok malam (Selasa, 29 September 2026). Pihak pemerintah desa mengundang seluruh elemen masyarakat untuk hadir memeriahkan malam penutupan tersebut
Penulis Wartawan Joni Irawan

