Lahan Belasan Ribu Hektar Menganggur, BWS NT 1 Biarkan Jalur Desa Maman Dikepung Sampah
MOYOHULU, SUMBAWA – Masalah pengelolaan sampah di Desa Maman, Kecamatan Moyohulu, kian kritis akibat ketiadaan lahan untuk Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
Kepala Desa Maman, Hasmudin, mengungkapkan kekecewaannya lantaran permohonan hibah sebagian kecil lahan dari belasan ribu hektar kawasan Bendungan Batu Bulan milik pemerintah pusat, tidak kunjung mendapat respons meski sudah diperjuangkan selama dua tahun terakhir.
Kondisi ini memicu dampak lingkungan yang nyata di lapangan. Berdasarkan pantauan wartawan, sepanjang jalur utama desa kini tampak kotor dan dipenuhi tumpukan sampah karena warga tidak memiliki lokasi pembuangan yang legal dan layak.
Kantor Desa Maman sendiri letaknya persis berhadapan langsung dengan Bendungan Batu Bulan. Di sekitar kawasan tersebut terdapat banyak lahan bebas tidak terpakai yang status kepemilikannya berada di bawah kendali otoritas bendungan/pemerintah pusat.
Demi mencari solusi, Kades Hasmudin bahkan telah melakukan koordinasi dan mendatangi langsung pihak Otoritas Wilayah Sungai (BWS) NT 1 selaku pengelola Bendungan Batu Bulan. Namun, pengajuan izin pemanfaatan atau hibah lahan tersebut hingga kini menghadapi jalan buntu tanpa kejelasan.
"Permohonan ini sudah kami ajukan sejak dua tahun lalu, bahkan sejak awal saya dilantik sebagai Kepala Desa. Luas lahan bendungan itu mencapai belasan ribu hektar dan tidak semuanya terpakai. Kami hanya meminta hibah sebagian kecil lahan, kurang lebih beberapa are saja, khusus untuk menyelamatkan warga dari penumpukan sampah. Sangat disayangkan mengapa hingga kini belum ada respons sama sekali," ujar Hasmudin tegas.
Pemerintah Desa Maman mendesak pemerintah pusat dan pihak BWS NT 1 untuk segera membuka mata dan menunjukkan keberpihakan pada kebersihan lingkungan serta kesehatan masyarakat desa. Birokrasi yang berbelit-belit tidak boleh mengorbankan ruang hidup warga Desa Maman yang setiap hari harus berhadapan dengan masalah sampah yang kian menumpuk.
Penulis Wartawan Joni Irawan



