Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pemerintah akan Ubah Penyaluran Bansos, Menjadi Transfer Tunai

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T03:05:33Z

Ketua Dewan Pertimbangan Ekonomi (DEN) Luhut Binsar Panjaitan memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026. (Foto: Sekretariat Presiden)


Pemerintah akan Ubah Penyaluran Bansos, Menjadi Transfer Tunai

 

JonPost - Pemerintah akan mengubah mekanisme penyaluran bantuan sosial (Bansos), tidak lagi dalam bentuk produk atau barang. Nantinya bantuan langsung akan disalurkan kepada penerima manfaat dalam bentuk transfer tunai

 

“Untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah yang nanti akan diberikan dalam bentuk cash transfer, cash transfer. Jadi, pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” kata Ketua Dewan Pertimbangan Ekonomi (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

 

Luhut mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos). Ia menegaskan digitalisasi perlinsos agar bantuan sosial dari pemerintah, tepat sasaran atau diterima oleh masyarakat yang berhak.

 

“Perlinsos ini akan memberikan keadilan kepada rakyat Indonesia yang berhak. Atau yang berhak untuk mendapat bantuan sosial dari pemerintah,” katanya.

 

Presiden Prabowo Subianto, kata Luhut, rencananya akan menghadiri peluncuran program digitalisasi perlinsos. Peluncuran akan berlangsung pada 10 November 2026.

 

Anggota DEN Mochamad Firman Hidayat mengatakan DEN telah melakukan uji coba perlinsos digital menjangkau 514 kabupaten/ kota di seluruh Indonesia. Firman mengatakan, data hingga 20 Oktober 2026, sebanyak 11,5 juta kepala keluarga (KK) telah terdaftar dalam sistem tersebut.

 

“Dan kalau kita lihat data hariannya, sudah lebih dari 600.000 pendaftar yang mendaftar di portal perlinsos per hari,” ujarnya. Selain itu, terdapat 775.000 agen perlinsos, yang akan membantu pendaftaran warga yang membutuhkan bantuan sosial.

 

Firman menjelasan perlinsos digital telah diuji coba di Bali, hasilnya penggunaan sistem digital perlinsos mampu menekan kesalahan dalam penentuan penerima bantuan. DEN melaporkan hasil uji coba perlinsos digital kepada Presiden Prabowo.

 

“Dengan menggunakan perlinsos digital ini, exclusion error itu bisa turun sebesar 24,1 persen dan inclusion error juga bisa turun 4,1 persen. Artinya digitalisasi perlinsos ini mampu membuat proses bansos lebih transparan dan juga lebih tepat sasaran,” katanya menegaskan. Sumber artikel RRI

 

 

×
Berita Terbaru Update